Home
Pages
Jurnal Medfarm

Jurnal Medfarm


Identifikasi Borak Pada Tempura (Bentuk Berpilin) Yang Beredar Di Wilayah Kecamatan Ponorogo

Charlis Palupi

Akafarma Sunan Giri Ponorogo

 Abstrack

Tempura is a type of snack made of fish, vegetable, eggs, water, and flour. it is delicius and cheap. as a type of food, doe to Health Minister' rule No. 722/Menkes/Per/IX/1988, preservative addition such as borax is not allowed. Borax addition on food especially tempura is dangerous for health. it can cause fever, depression, calcification of kidney, loosing appetite, disorientation, gastrointestinal upset, stupidity, dermatitis, anemia, catalepsy, coma, and even death.

Borax identification toward tempura is due to show the consumer the quality of tempura. the journal is aimed at identifying the borax addition on tempura that are sold in Ponorogo sub-district based on the study and research. The research used color reaction method bu adding Zn uranil acetat or Mg Uranil acetat to identify Na+, meanwhile, borax is identified by evaporating it on the steam bath, flame reaction, and turmeric reaction. The data sample were taken from five vendors of different producers using purposive sampling method.

The result show that among 5 sample of tempura, 3 of which are positively containing borax, they are sample number 1, 4, and 5. Meanwhile, number 2 and 3 are negative. Hence, some of spiral-shaped tempura sold in Ponorogo sub-district contain borax.

Given information due to tempura that contain borax, it is suggested to the vendor and producers not add any borax on the products as it is harmful for health. While For the government concerned wth is to run the development and monitoring towards the producers of tempura.

Keyword : tempura, borax, preservative

 

Download Full : FULL TEXT JOURNAL CHARLIS PALUPI

<!-- pagebreak -->

 

Perbandingan Kadar Tanin Pada Daun Jambu Biji (Psidii folium) Segar dan Kering Secara Permanganometri

Susilowati Andari

Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo

 Abstrak

Tanaman jambu biji merupakan tanaman yang mudah tumbuh diberbagai daerah. Tanaman jambu biji memiliki banyak khasiat diantaranya sebagai antidiare, antiradang, astringent dan hemostatis, sedangkan senyawa yang tekandung di dalamnya antara lain tanin, minyak atsiri, triterpenoid, asam malat dan damar. Senyawa yang berfungsi sebagai antidiare pada daun jambu biji yaitu senyawa tanin.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tanin, mengetahui kadar tanin, serta membandingkan kadar tanin pada daun jambu biji segar dan kering secara permanganometri.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil analisa kualitatif daun jambu biji segar dan kering mengandung tanin dan termasuk golongan tanin terkondensasi. Sedangkan untuk analisa kuantitatif diperoleh kadar tanin pada daun jambu biji segar sebesar 2,7% b/b dan kadar tanin pada daun jambu biji kering sebesar 3,215% b/b. Berdasarkan data dari uji t untuk 2 sampel yang tidak berpasangan, diperoleh t-hitung > t-tabel yaitu 5,592> 2,776, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya kadar tanin dalam daun jambu biji segar dan daun jambu biji kering menunjukkan perbedaan yang nyata (signifikan). Kadar tanin pada daun jambu biji kering lebih besar dari kadar tanin pada daun jambu biji segar.

Kata kunci: Tanin, Daun Jambu Biji Segar dan Kering, permanganometri.

FULL TEXT >>>> FULL TEXT JOURNAL